BAB 3 MAKANAN KOREA 3

BAB 3 MAKANAN KOREA
3.1 PERTUMBUHAN EKSPORT MAKANAN KOREA SELATAN
PERTUMBUHAN EKONOMI KOREA SELATAN
Kebangkitan Korea Selatan pada 1960-an selepas perang saudara dengan Korea Utara pada awalnya bermula dengan pembangunan ekonomi nasional. Melalui Rancangan Pembangunan Lima Tahun di bawah pemerintahan presiden Park Chung Hee yang dimulai pada 1962. Program ini dilaksnakan dalam empat tahap, dimana pada tahap pertama dan kedua difokuskan pada pembangunan industri. Tahap ketiga menciptakan keseimbangan pembangunan industri dan pertaniaan yang dilaksanakan pada tahun 1972-1976. Dan yang terakhir adalah pembangunan mandiri dan pemerataan hasil pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 1977-1981. Sejak diterapkannya pelan ini, pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Korea Selatan telah berhasil membentuk struktur industri maju melalui industri automobil dan elektronik.Pembangunan lima tahun yang diprogramkan oleh Presiden Park Chung Hee menmperlihatkan keberhasilan yang cukup besar. Industri eksport mengalami peningkatan yang tinggi dan volum perdagangan dan penanaman modal juga bertambah. Kemudian dilanjutkan program lima tahun yang kedua iaitu pada tahun 1967-1971 dan sektor ekonomi Korea kembali mengalami peningkatan rata-rata 11.4% pertahun. Pada kedua pembangunan lima tahun yang dilakukan pemerintah Korea ini juga terjadi ketidakseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini terjadi kerana pemerintah lebih mementingkan projek-projek khusus sedangkan projek yang menyangkut kepentingan umum sedikit tersisir. Kemudian pada tahun 1980-an kerajaan mulai melakukan perbaikan struktur pengembangan industri. Pada era inilah perusahaan-perusahaan perdagangan Korea mula berhasil menjual berbagai produk pakaian dan kasut bejenama. Dan pada tahun 1990-an, kereta berjenama, barang elektronik dan telefon bimbit mengalami proses diversifikasi. Bahkan pada tahun 1996 volume eskport Korea mencapai 100 Juta dolar AS.Korea Selatan juga menghasilkan kapal pada tahun 1980 untuk memenuhi keperluan pengangkutan barang dari satu negara ke negara lain. Industri pembuatan kapal Korea juga tidak kalah dengan negara-negara Eropah dan Jepun. Bahkan Korea menguasai 42% projek industri kapal dunia. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang cukup memberangsangkan memberi motivasi bagi perusahaan dan tenaga kerja Korea untuk memperluas pasaran mereka ke luar negara. Perusahaan – perusahaan Korea mulai membuka cabang di luar negara dan memulakan kerjasama dengan perusahaan asing Amerika Syarikat dan Eropah terutama dalam bidang elektronik.

AS dan Eropah merupakan dua wilayah dengan perkembangan teknologi yang maju dan daya beli masyarakat yang tinggi menjadi salah sebab Korea dalam memasarkan produknya di sana. Dengan adanya kerjasama dengan syarikat-syarikat yang ada di AS dan Eropah, perusahaan tersebut akan mendapatkan pemindahan teknologi dari syarikat-syarikat global di AS dan Eropah sehingga akhirnya mereka mampu melahirkan kemahiran asli dalam bidang teknologi daripada rakyat mereka sendiri tanpa mengharapkan kemahiran pakar luar.

Kebangkitan ekonomi Korea pasca perang saudara membuat Korea menjadi negara dengan jumlah eksport yang tinggi. Peningkatan jumlah eksport tersebut dapat dilihat dari data statistik perdagangan Korea yang semakin meningkat di setiap tahunnya. Pada krisis kewangan tahun 1997, Korea menjadi negara yang dapat membangkitkan bidang ekonomi lebih cepat dibandingkan negara-negara di Asia lainnya. Dengan kekuatan industrinya, Korea dapat tumbuh menjadi negara maju seperti Jepun dan China.Pada awal tahun 2000 perkembangan kebudayaan Korea Selatan semakin berkembang. Hal ini tidak lepas dari peranan penting pemerintah Korea Selatan dalam memanfaatkan Piala Dunia yang berlangsung di Jepun dan negaranya. Piala Dunia 2002 yang dilaksanakan di Korea Selatan dan Jepun merupakan momentum penting bagi Korea Selatan untuk mengenalkan budayanya ke peringkat global. Masyarakat internasional akan fokus dengan Piala Dunia yang ada di Korea Selatan, hal ini merupakan kesempatan penting bagi Korea Selatan untuk membesarkan kebudayaannya sebagai agenda soft power setelah berakhrinya Piala Dunia. Pada era awal tahun 2000-an ini perkembangan budaya Korea perlahan mulai dikenal oleh negara lain. Mulai dari drama, muzik dan budaya lainnya. Sehingga dikenalah Korean Wave. Dampak dari berkembangnya Korean Wave ini menyebabkan mulai dikenalah produk-produk buatan Korea terutama dalam bidang elektronik. Perkembangan eksport Korea mulai mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.Namun, Korea mengalami penurunan nilai eksport yang signifikan pada tahun 2009. Nilai perdagangannya menurun dari angka 500,723 $USD ditahun 2008 menjadi 428,868 $USD. Kemudian ditahun 2010, pemerintah mulai membuat program dasar yang mempunyai tujuan untuk membangkitan kembali ekonomi. Pemerintah melakukan campur tangan dengan membuat dasar seperti mempengaruhi nilai tukar penurunan nilai, mensubsidi eksport apabila perusahaannya mengalami kesulitan eksport. Bahkan pemerintah melakukan tindakan khusus seperti melakukan kawalan langsung pada sektor-sektor penting atau perusahaan jika eksport Korea Selatan mengalami kehilangan daya saing dalam pasaran antarabangsa.

Korea Selatan mulai mengikuti kemampanan perdagangan Amerika Syarikat untuk menguatkan kandungan pemasarannya dan fokus pada perdagangan produk-produk yang bersifat penggunaan (consumption) seperti salah satunya makanan sebagai produk eskportnya. Produk eksport makanan Korea Selatan bukanlah produk eskport perdana. Dengan adanya dasar pemerintah yang mulai fokus pada pengingkatan produk penggunaan seperti yang dilakukan oleh AS memberikan peluang baru bagi industri makanan Korea untuk meningkatkan kualitasnya agar menjadi produk unggulan Korea Selatan.JADUAL : NILAI EKSPORT KOREA SELATAN DALAM USD
TAHUN NILAI (JUTA USD)
1997 167, 237
1998 159, 466
1999 173, 989
2000 196, 621
2001 174, 481
2002 187, 742
2003 222, 545
2004 292, 911
2005 330, 601
2006 376, 047
2007 439, 918
2008 500, 723
2009 428, 868
2010 540, 896
2011 670, 343
2012 688, 933
2013 703, 396
2014 709, 556
2015 632, 459
Sumber :
Korea Selatan fokus pada peningkatan ekonominya melalui industri baja dan elektronik, sedangkan dalam bidang makanan belum mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Dari data tahun 2012, perkembangan ekonomi Korea yang saya dapatkan dari Knoema, nilai eksport makananan Korea masih rendah. Dalam sektor eksport makanan, nilai eksportnya masih berada urutan tiga terbawah jika dibandingkan dengan produk eksport industri lainnya. Menyadari hal tersebut Korea mulai menambah dan mengembangkan kualiti dan melakukan promosi terhadap makanannya agar dapat dieksport ke luar negeri.JADUAL : KOMODITI EKSPORT KOREA SELATAN PADA 2012
PRODUK NILAI ($USD)
PRODUK PERTANIAN 12627.57
MAKANAN 6390.07
BAHAN BAKAR DAN PRODUK PERLOMBONGAN 69036.89
BAHAN BAKAR 57492.20
PRODUK MANUFAKTUR 462639.00
BESI DAN BAJA 30237.67
BAHAN KIMIA 61281.73
PRODUK FARMASI 1512.30
MESIN DAN PERALATAN PENGANGKUTAN 287840.94
PERALATAN TELEKOMUNIKASI PEJABAT 89821.66
PERALATAN TARIKH ELEKTRONIK DAN PEJABAT 10523.41
PERALATAN TELEKOMUNIKASI 32443.29
KOMPONEN ELEKTRONIK 46854.97
PRODUK AUTOMOTIF 72005.06
ALAT PENGANGKUTAN 115861.62
TEKSTIL 11969.79
PAKAIAN 1910.29
JUMLAH 547870.00
Sumber : Atlas, W. D. (n.d.). Republic of Korea. Diakses pada 20 Februari 2017, dari Knoema: https://knoema.com/atlas/Republic-of-Korea/topiks/EconomySEJARAH PEMASARAN MAKANAN KOREA SELATAN
Setiap negara di dunia memiliki keunikan dan pengkhukhusan masing-masing, Salah satunya adalah makanan khas yang terdapat di negera tersebut, tidak terkecuali Korea Selatan. Korea Selatan mempunyai makanan khas yang diolah dan diresepikan secara turun-temurun. Dari jenis-jenis makanan khas Korea tersebut banyak yang tebuat dari sayuran dan ada pula yang dibuat atau dihasilkan daripada daging. Kebanyakan daging tersebut terbuat dari daging khinzir kerana majoriti masyarakat Korea menyukai daging khinzir. Selain sebagai bahan makanan utama, sumber-sumber daripada khinzir juga digunakan sebagai rempah ratus antaranya minyak, serbuk perasa dan lain-lain.Berikut adalah daftar makanan utama masyarakat Korea
JENIS MAKANAN
MAIN DISH
(MAKANAN UTAMA)
1) Bap (Rice)
Bap, a staple of Korean food, is steamed rice. It may also include other grains. There are many kinds of bap depending on the ingredients such as huinbap (white rice); japgokbap (rice with barley, millet, and beans); byeolmibap (rice with vegetables, seafood and meat); and bibimbap (rice mixed with namul and beef).

2) Juk (Porridge)
Juk is one of the Korean dishes that was developed in early times. It consists of grains simmered for a long time with 5 to 7 times the volume of water. There are many varieties of juk depending on the ingredients. Juk is not only served as a main dish but it can also be part of a special meal. It is served to patients and eaten for health.

3) Guksu (Noodles)
Korean noodles are made by kneading wheat flour or buckwheat flour and drawing the dough into long coils. Noodles helped develop the use of chopsticks in Korea.

4) Mandu and Tteokguk (Dumpling soup and Sliced rice cake pasta soup)
Mandu is a dumpling made of thin wheat flour wrappers stuffed with fillings then steamed, or boiled in jangguk (soy sauce soup). It is a specialty of the northern area of Korea. Tteokguk consists of diagonally sliced white rice cakes that are simmered in jangguk. It is served on the first day of the year.

2) SIDE DISHES
(LAUK SAMPINGAN)
1) Guk (Soup)
Guk is a soup of vegetables, seafood and/or meats boiled in plenty of water. Some varieties are malgeun-jangguk (clear soy sauce soup), tojangguk (soybean paste soup), gomguk (rich beef soup) and naengguk (chilled soup). The standard Korean table setting always has bap and guk. Guk has helped develop the use of spoons in Korea.

2) Jjigae (Stew)
Jjigae has less water and more solid ingredients than soup, and it is saltier. Varieties include malgeun-jjigae (clear jjigae) and tojang-jjigae (soybean paste jjigae).

3) Jeongol (Hot pot)
Jeongol started as a royal court food. It consists of meat, seafood, mushrooms and vegetables simmered in broth at the table just before serving for dinner or as a dish to accompany liquor.

4) Jjim (Steamed dish)
Jjim is a dish of main ingredients cooked with seasonings in deep water. It may be boiled with soup just above the solid ingredients, or steamed.

5) Seon (Steamed or parboiled stuffed vegetables)
Seon means “good ingredients.” It is a dish of vegetables such as pumpkin, cucumber, eggplant and cabbage or tofu stuffed with beef and/or mushrooms that is steamed or parboiled in broth.

6) Jorim (Braised dish)
Jorim is a cooking method to braise meat, seafood or vegetables with soy sauce or red pepper paste on low heat. The ingredients are cooked for a long time to allow the flavors to seep in. It may have strong seasonings and can last a long time.

7) Cho (Janggwa) (Seasoned and braised seafood)
Cho (janggwa) is a dish of boiled sea slugs, abalone and mussels with seasoning on low heat. Then starch liquid is added and boiled. The resulting soup is quite thick and glossy.

8) Bokkeum (Stir-fried dish)
Bokkeum is a stir-fry of meats, seafood or vegetables. There are two types of bokkeum dishes; one is just stir-fried in an oiled frying pan, the other one is stir-fried with soy sauce and sugar.

9) Gui (Grilled dish)
Gui is a dish of grilled meats, seafood or vegetables as is, or grilled after seasoning.

10) Jeon. Jeok (Pan-fried dish. Brochette)
Jeon is a dish of pan-fried meats, seafood or vegetables after they have been minced or sliced and coated with wheat flour and beaten egg. Jeok is a dish of pan-fried ingredients after they have been seasoned and skewered.

12) Mareun-chan (Dry side dish)
Mareun-chan is a dry side dish made of salted and seasoned meat, seafood and/or vegetables that can be stored for a long time. It is enjoyed dried or fried.

13) Jangajji (Pickled vegetables)
Jangajji is a side dish of pickled vegetables that include Korean radish, cucumbers, bellflower roots and garlic in soy sauce, soybean paste or red pepper paste. It can be stored for a long time.

14) Jeotggal (Salt-fermented seafood)
Jeotggal is a side dish of marinated shrimp, anchovies or clams with salt that is fermented. It is served as a side dish or used as a seasoning.

15) Sukchae (Parboiled vegetables)
Sukchae is a dish of parboiled vegetables. It may be mixed or fried with seasonings. Sukchae is a popular basic side dish in Korea.

16) Saengchae (Fresh salad)
Saengchae is a seasonal fresh salad dressed with vinegar soy sauce, red pepper paste or mustard. It is sweet and sour. This method of preparation is best for preserving the taste and most of the nutrition in the ingredients.

17) Kimchi (Seasoned and fermented vegetables)
Kimchi is a dish made by marinating Korean cabbage and Korean radish with salt, seasoning it with red pepper, garlic, green onion, ginger and salt-fermented seafood, mixing it thoroughly and letting it ferment. Kimchi is the quintessential side dish in Korea. It is a typical fermented and storable food.

4) DESSERTS
(PENCUCI MULUT)
1) Tteok (Rice cake)
Tteok is a dish made by steaming, frying, or boiling rice powder or other grain powder after it has been sprinkled with water. It is served at ceremonies and holidays without fail.

2) Hangwa (Korean cookies)
Hangwa are traditional Korean cookies. There are many varieties depending on the ingredients or recipes such as yumilgwa, gangjeong, sanja, dasik, jeonggwa, suksilgwa , gwapyeon, yeotgangjeong and yeot.

3) Eumcheong (Beverages)
Eumcheong are non-alcoholic beverages.

Korea Selatan pada tahun 2009 pernah berupaya untuk melakukan soft diplomacy dengan salah satu makanan khasnya iaitu kimchi yang dinamai sebagai “Kimchi diplomacy”. Dalam program “Kimchi diplomacy” yang dilakukan oleh Korea Selatan, tujuannya adalah untuk meningkatkan daya tarikan dan pengiktirafan global terhadap Korea Selatan, mempertahankan pelaburan ekonomi, pelancongan dan menonjolkan imej positif Korea di luar negara.

Menurut Pengarah Peningkatan Kualiti Pelancongan The Korean Tourim Organization (KTO) “Pada bulan Mei 2009, Pemerintah Korea Seatan telah membuat Hansik Foundation dan dirasmikan mendjadi The Hansik Globalization Development Agency, yang terdiri dari 36 anggota yang berasal dari badan pemerintahan yang berkaitan, institusi pendidikan dan CEO dari industri makanan. Kementerian Makanan, Pertanian, Perhutanan dan Perikanan (MFAFF) telah mengeluarkan lebih dari $77 juta untuk agenda “Korea Cuisine to the World” sehingga 2017. Pemerintah menamakan agenda tersebut dengan “Kimchi diplomacy”. Kimchi merupakan makanan khas Korea yang sangat digemari oleh penduduk Korea. Secara global kimchi telah menjadi identititi nasional bagi Korea. Pemerintah Korea Selatan ingin masyarakat antarabangsa mengenal lebih banyak tentang makanan Korea tidak hanya kimchi sahaja.”Twenty-first century nations are mow becoming aware of the impact of cultural industries and are cultivating traditional food culture as one of their key strategies. National food globalization can be achieved through the development of food culture industries; by enhancing national images and providing rich cultural content through the nation’s food and food culture; and by the development of the national economy through national image building. Due to the great impact of Korean Wave (Hallyu) in the US, Asia and Europe, as well as the world’s trend pursuing a healthy food lifestyle, the environment is favorable for Korea to pursue Hansik Globalization.”
Antara misi pemerintah Korea Selatan untuk menyelesaikan program Hansik-nya ini sehingga tahun 2017 adalah dengan:
Membangun lebih banyak restoran Korea, dengan target 40 000 dan meningkatkan kualiti restoran melalui proses pensijilan yang dilakukan oleh pemerintah.

Meningkatkan populariti masakan Korea untuk masuk dalam senarai antara 5 masakan terbaik dunia.

Menjadikan artis Korea Selatan dan artis luar negara sebagai duta jenama dalam proses promosi.

Meningkatkan pelaburan industri makanan Korea ke seluruh dunia.

Mendirikan kursus masakan Korea di sekolah-sekolah kulinari / masakan uang terkenal di dunia seperti Le Cordon Bleu dan The Culinary Institute of America.

Membina sebuah insitusi baru penyelidikan dan pasaran Kimchi untuk mengembangkan pelbagai acar sayuran dan makanan fermentasi Korea yang lain untuk dipasarkan ke luar negara sesuai selera dan cita rasa mereka.

Mengimplimentasikan penggunaan media sosial dan penglibatan orang awam untuk membina pendapat global dalam mempromosikan Hansik (makanan Korea).

Seiring tujuan promosi masakan Korea dalam program “Kimchi Diplomacy”, terdapat juga tujuan untuk mengenal warisan masakan Korea, sejarah, tradisi dan manfaat mengambil makanan Korea.
Trend dunia semasa dalam penggunaan makanan adalah berorientasikan kesihatan. Masyarakat di negara maju mula mengamalkan gaya hidup yang memberi tumpuan kepada kesihatan, sementara pilihan untuk makan “slow food” semakin berkembang. Fakta bahawa permintaan makanan cepat saji telah menurun adalah bukti untuk menyokong trend ini. Oleh itu, aspek kesihatan Hansik ini berpotensi besar untuk membangkitkan minat dunia.Penilaian positif terkini dari media asing juga menyumbang kepada persekitaran yang baik untuk pembangunan budaya makanan Korea. Ia telah dinyatakan dalam akhbar dunia bahawa masakan Korea merupakan makanan yang terbaik dan berhasiat. Health Magazine, di Amerika Syarikat melaporkan kimchi (kubis pedas fermentasi) sebagai salah satu daripada lima makanan paling sihat di dunia, dan bibimbap (nasi campuran dengan sayur-sayuran dan daging), yang dihidangkan oleh Korea Airlines memenangi Mercury Awards dari International Travel Catering Association pada 1998. Pada tahun 2006, New York Times memuatkan 52 artikel berkaitan makanan Korea yang merangkumi ciri-ciri tentang sundubu (tofu lembut) dan kebaikan kimchi.

Walaupun banyak strategi dan langkah yang telah diambil pemerintah untuk mengembangkan industri makanan Korea, namun ianya masih belum mampu memberi pengaruh ketara terhadap ekonomi Korea. Hal ini dapat dilihat dari angka data eksport makanan Korea yang masih kecil jika dibandingkan dengan hasil bidang eksport yang lain. Begitu juga melalui Korean Wave yang berjaya mempengaruhi masyarakat hari ini, namun tidak semuanya mampu menerima cita rasa makanan Korea.Pada bulan April 2012, Pemerintah Korea menerbitkan sebuah guidebook bernama “International Korean Menu Guide” yang memaparkan 154 imej makanan, nama dan deskripsi tentang makanan tersebut dalam bahasa Korea, Inggeris, Jepun, China, Perancis, Itali, Sepanyol, Jerman, Arab dan Vietnam. Penerbitan buku ini memiliki fungsi untuk lebih mudah dalam mendekati destinasi pasaran serta memudahkan masyarakat seluruh dunia untuk mengenal makanan Korea itu sendiri.Pada tahun 2015 inilah terlihat bahawa adanya minat dari pemerintah Korea Selatan untuk mengembangkan industri makanannya menjadi makanan halal. Dasar ini dilaksanakan oleh MAFRA dengan kerjasama Korea Muslim Federation (KMF). Dalam kerjasama ini, KMF akan menganalisis sertifikasi halal dari beberapa negara muslim dan akan membuat buku panduan tentang makanan Korea.

Pemerintah Korea Selatan melalui MAFRA bekerjasama dengan KMF dalam proses dan penyediaan sijil halal untuk makanan Korea. Sijil tersebut diberikan untuk restoran halal yang berada di Korea mahupun untuk produk makanan Korea yang akan di eksport ke negara-negara Islam. KMF merupakan satu-satunya organisasi muslim yang ada di Korea yang mengeluarkan pensijilan halal untuk K-food. KMF juga telah bekerjasama dengan Korea Food Research Institute untuk mengembangkan industri K-food halal. Kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah Korea dengan KMF telah direalisasasikan pada tanggal 7-9 Ogos 2015 dalam acara Halal Expo Korea 2015 di Hall C COEX, Seoul.

KMF bekerjasama dengan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM – Malaysia) pada bulan Julai 2013, Majlis Ulama Indonesia (MUI – Indonesia), Emirates Authority for Standardization and Metrology (ESMA – Arab Saudi), Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS – Singapura) untuk mencapai standard halal di negara-negara tersebut. Selain itu KMF juga bekerjsaama dengan The Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIC) yang merupakan organisasi yang dibentuk untuk menyelaraskan standard umum tentang hukum Islam di 32 negara Islam, diantaranya adalah Arab Saudi, Malaysia, Iran, Turki, dan Indonesia.
POTENSI PASARAN MAKANAN KOREA DI MALAYSIA
Sama seperti negara-negara yang lain, Malaysia tidak terkecuali daripada penyebaran fenomena Hallyu adalah anjakan paradigma Korea Selatan sebagai agenda “soft power”nya untuk memperkenalkan budayanya ke peringkat antarabangsa. Di Malaysia, budaya dan bidang hiburan Korea Selatan mula dikenal oleh masyarakat tempatan apabila drama Dae Jang Geum dan Winter Sonata disiarkan di saluran televisyen tempatan. Fenomena drama ini bahkan membawa kepada pembukaan restoran Korea yang diambil sempena nama drama ini iaitu Dae Jang Geum yang terletak di Seksyen 14, Petaling Jaya, Selangor. Dan setelah itu, restoran Korea Doorae Korean BBQ pula dibukan di Sri Hartamas dan bilangan itu bertambah dengan cepat sekali. Pertumbuhan permintaan makanan Korea ini juga dikatakan oleh kerana penghijrahan warga Korea ke Malaysia. Menurut Kementerian Hal Ehwal Luar Negeri Korea Selatan, seramai lebih kurang 15000 warga Korea Selatan yang menetap di Malaysia atas faktor pekerjaan dan pendidikan.Sejak saat itu, perlahan namun pasti dunia hiburan Korea mula dikenal oleh masyarakat Malaysia baik melalui televisyen, majalah mahupun internet. Penggemar artis-artis yang membintangi drama atau kumpulan muzik Korea dari Malaysia juga semakin bertambah.
Melalui pengaruh yang semakin meluas di Malaysia dan negara-negara Asia ini, Korea Selatan menggunakan peluang ini untuk mempererat hubungan diplomatik dengan Malaysia melalui bidang politik dan ekonomi. Jika kita meneliti hubungan antara Malaysia dan Korea Selatan, ianya telah ditandatangani secara rasmi pada 23 Februari 1960 dan sehingga 50 tahun, kedua-dua negara masih lagi mengekalkan hubungan baik. Presiden Korea, Lee Myung Bak telah melawat Malaysia pada 9-10 Disember 2010 sempena ulang tahun ke-50 hubungan antara Malaysia-Korea Selatan. Sepanjang tempoh it, Korea dan Malaysia telah bekerjasama dalam pelbagai bidang termasuk perdagangan, pelaburan, pendidikan, sukan, sains dan teknologi, pelancongan dan lain-lain lagi.

Malaysia juga mempererat hubungan dengan Korea Selatan melalui Dasar Pandang Ke Timur ini yang diumumkan oleh Y.A.B. Perdana Menteri Dato`Seri Dr. Mahathir Mohamad pada 8hb. Februari 1982 semasa Persidangan “5th Joint Annual Conference of MAJECA/JAMECA” di Hilton Kuala Lumpur. Dasar ini bermakna, pihak Kerajaan akan membuat pengkajian, penelitian dan pemilihan terhadap contoh-contoh dan teladan yang terbaik daripada negara Jepun dan Korea dengan mengubahsuaikannya dengan keadaan-keadaan di Malaysia. Ia adaah satu dasar untuk mencontohi negara-negara Timur yang telah membangun dengan pesat seperti negara Jepun dan Korea Selatan. Dasar ini menekankan tentang pentingnya unsur-unsur ketekunan dan disiplin dalam kerja, perasaan taat setia pada negara, semangat kumpulan, keinginan menambah daya pengeluaran negara, meningkatkan kecekapan, mengurangkan pembaziran dan merapatkan hubungan di antara golongan majikan dan pekerja.  
Strategi dasar ini adalah ditujukan kepada pembentukan sumber tenaga manusia menerusi penerapan nilai-nilai dan etika kerja yang terdapat di Jepun dan Korea Selatan dengan cara-cara bagaimana untuk meninggikan daya pengeluaran dan mutu kerja, mempertingkatkan pengetahuan dan kemahiran teknologi, membangunkan masyarakat Malaysia yang tekun, rajin, berdisiplin dan bekerja mengikut nilai-nilai dan etika kerja yang baik. DPT telah dilaksanakan melalui program-program penghantaran pegawai-pegawai awam dan swasta serta pelajar-pelajar ke negara Jepun dan Korea Selatan untuk mengikuti latihan sama ada dalam bentuk akademik di institusi-institusi pengajian tinggi (IPT) atau Job-Training di syarikat-syarikat dan institusi awam di dua negara berkenaan. Jabatan Perkhidmatan Awam (JPA) melalui Unit Dasar Pandang Ke Timur, Bahagian Pembangunan Modal Insan telah dipertanggungjawabkan untuk mengatur, menyusun dan menjalankan program-program selaras dengan matlamat DPT.Di bawah Dasar Pandang ke Timur terdapat beberapa program yang menggalakkan perkongsian ilmu dan pengalaman antara rakyat Malaysia dan Korea misalnya Program Latihan Persediaan Pegawai (Executive Development Programme (EDP)) dan Program Pertukaran Belia Malaysia-Korea (Malaysia-Korea Youth Exchange Programme)
Menurut statistik yang dikeluarkan Kementerian Hal Ehwal Luar Negeri Korea Selatan, terdapat seramai 15,000 rakyat Korea yang sedang bekerja dan menuntut di Kuala Lumpur manakala seramai 7,000 masyarakat Malaysia berada di Korea Selatan yang kebanyakannya adalah pekerja syarikat dan kilang. Korea Selatan menganugerahkan biasiswa bernilai RM8 juta kepada 41 pelajar Malaysia untuk melanjutkan pelajaran mereka dalam jurusan sains sukan, kejuruteraan genetik, dan pentadbiran perniagaan. Terdapat antara 3,000 dan 4,000 pelajar Korea Selatan sedang menuntut di Malaysia. Ada diantaranya ditaja oleh kerajaan Malaysia. Mereka mengambil kursus Bahasa Inggeris, pelancongan, pengurusan hotel dan pentadbiran perniagaan.Selain itu, Malaysia juga mendatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Korea Selatan untuk memudahkan urusan perdagangan kedua-dua negara. Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) adalah perjanjian antara dua atau lebih negara untuk membentuk kawasan bebas dagang di mana perdagangan barangan dan perkhidmatan boleh dilaksanakan dengan halangan bukan tarif dan tarif yang minimum. (FTA) adalah bertujuan untuk menggalakkan perdagangan antara negara-negara dengan mengurangkan atau menghapuskan sekatan seperti tarif, kuota, yuran khas dan cukai. Ini bertujuan untuk memudahkan urus niaga serta menggalakkan lebih banyak perniagaan antara negara  sekaligus meningkatkan prestasi ekonomi negara masing – masing. Perjanjian perdagangan bebas boleh membantu perniagaan untuk bersaing di pasaran global.  Berikut adalah daftar negara-negara yang menjadi rakan dagang Korea Selatan melalui perjanjian Perdagangan Bebas pada data yang dikeluarkan pada Oktober 2013

Korea Selatan juga adalah antara negara utama yang menjalankan urusan import eksport dengan Malaysia. Mengikut statistik yang dikeluarkan oleh Jabatan perangkaan Malaysia, Korea Selatan meyumbang kepada 4.1% jumlah perdagangan negara Malaysia pada Januari 2016 dan sekaligus menjadi senarai rakan perdagangan utama Malaysia. Pada Januari 2016 juga dikeluarkan data import dan eksport Malaysia dan negara-negara luar seperti yang ditunjukkan dalam rajah di bawah.

(Sumber : Portal Rasmi Jabatan Perangkaan Malaysia)
Peratus Pembahagian Import dan Eskport mengikut Negara Utama, Januari 2016
Jika kita lihat daripada data di atas, Malaysia lebih banyak mengimport barang dan perkhidmatan dari Korea Selatan dengan peratusan sebanyak 5.5% berbanding dengan aktiviti eksport barang dan perkhidmatan Malaysia ke sana (3.2%). Ini sememangnya adalah disebabkan perkhidmatan tinggi untuk barang-barang jenama dan buatan Korea untuk memenuhi keperluan rakyat Malaysia semakin meningkat setiap tahun. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya iaitu 2015, jumlah eksport Malaysia ke Korea Selatan adalah sebanyak 4.5% iaitu lebih banyak daripada jumlah import. Namun angka ini menurun dan Malaysia malah lebih banyak mengimport barang dan perkhidmatan daripada Korea Selatan berbanding mengeksport produk dan perkhidmatan Malaysia ke sana.

(Sumber : Portal RasmiJabatan Perangkaan Malaysia)
Peratus Pembahagian Import dan Eskport mengikut Negara Utama, Januari 2015
Daripada segi pertumbuhan eksport Korea Selatan ini sahaja, kita dapat mengetahui corak permintaan rakyat Malaysia ketika ini. Baik pakaian, kasut, kosmetik, dan makanan, barangan daripada Korea Selatan adalah antara tarikan ketika ini. Jika kita lihat daripada sektor makanan, banyak produk makanan dan restoran yang kini sudah berada di pasaran Malaysia dan sambutannya adalah amat menggalakkan. Kemasukan makanan Korea ini seiring dengan usaha globalisasi makan Korea untuk menjadi hidangan popular dunia seperti makanan Perancis dan Itali. Usaha kerajaan Korea yang menggalakkan pertambahan bilangan restoran Korea di luar negara kepada 40, 000 mencerminkan kesungguhan mereka dalam menguasai pasaran makanan dunia ketika ini.SEJARAH MAKANAN KOREA
Bab ini akan membincangkan serba sedikit mengenai makanan masyarakat Korea secara umum supaya pengkaji mempunyai idea dan maklumat mengenai apa yang menarik minat masyarakat dunia terhadap makanan ini. Selain itu juga, bab ini akan membincangkan serba sedikit mengenai adab dan budaya makan masyarakat Korea selain perbincangan mengenai kadar eskport makanan Korea serta penerimaannya dalam masyarakat luar.
Selama berabad lamanya, orang Korea telah menjadikan produk-prouk laut (sea), padang (field), dan gunung (mountain) sebagai makanan asli mereka kerana ciri-ciri ekosistem mereka dan iklim yang membezakan membuat makanan Korea tampak lebih pelbagai dan unik. Makanan Korea sangat istimewa, eksotik, dan khas. Ciri yang paling membezakan makanan Korea adalah unsur kepedasannya. Jika kita lihat bagaimana makanan Korea dihidangkan, pastinya sesetengah orang akan terkejut akan betapa banyaknya hidangan sampingan atau side dishes yang biasanya mereka makan. Hidangan makanan Korea yang banyak dan besar ini dihidangkan dari menu yang dipanggil “Hanjeongsik”.

Makanan Korea boleh dikatakan mempunyai 4 komponen penting yang terdiri daripada nasi, hidangan sampingan (side dishes), kimchi, meat or soup/stew. Makanan Korea mempunyai pelbagai hidangan sampingan. Hidangan boleh terdiri daripadada namuru (sayur-sayuran berperasa), chige (hidangan rebus), chimu (hidangan kukus), kui (hidangan bakar), pokkumu (hidangan goreng), chokkaru (hidangan masin) dan lain-lain lagi.

Hidangan besar yang dihidangkan di atas meja adalah bertitik tolak dari sejarah pada zaman Dinasti Jeon di mana Hanjeongsik ini ialah makanan yang dihidangkan kepada golongan bangsawan dan golongan atasan. Format hidangan makanan dikenali sebagai sancharimu iaitu jumlah bilangan yang tersaji di atas meja, kebiasaannya terdiri daripada 3,5,7,9 dan 12 jenis. Ketika zaman Dinasti Joseon, status sosil sesebuah isi rumah ditentukan oleh bilangan jenis makanan yang dihidangkan mereka. Bagi orang kebanyakan atau orang biasa, 3 jenis hidangan biasanya dihidangkan manakala bagi golongan bangsawan dibenarkan untuk menghidangkan sehingga 9 jenis hidangan. Bagi hidangan yang melebihi 9, biasanya ianya dihidangkan untuk golongan atasan dan diraja/istana.Seperti yang kita ketahui umumnya, Korea mempunyai pelbagai jenis makanan yang unik dan enak. Sejak zaman prasejarah Korea, iaitu dari zaman Purba, beras telah ditanam dan menjadi salah satu makanan ruji masyarakat Korea. Pada era zaman pemerintahan Goryo dan Joseon, pemerintah sudah menggalakkan masyarakat Korea untuk bercucuk tanam dan melakukan pertanian. Pola pemakanan masyarakat Korea mengalami beberapa perubahan hasil pengaruh penjajahan Mongol dan Jepun. Kini, makanan Korea mengandungi pelbagai jenis hidangan yang berasaskan daging dan ikan termasuk pelbagai jenis sayur-sayuran.
Dalam hidangan makanan Korea, biasanya semua sajian dan makanan dihidangkan sekali pada masa yang sama tanpa ada turutan makanan Barat yang biasanya dipanggil Entrée (full course dinner) yang didahului dengan Starter, Appetizer, Main Course dan Dessert. Satu hidangan sajian yang biasanya dimakan oleh masyarakat Korea mempunyai nasi, sup/stew dan beberapa hidangan sampigan lain yang mempunyai bilangan yang berbeza.

3.5 ADAB DAN ETIKA MAKAN MASYARAKAT KOREA
Sama juga seperti mana-mana kebudayaan di dunia ini yang masih mengutamakan adab dan etika makan tradisional, Korea Selatan juga meletakkan beberapa aturan dan etika yang perlu dipatuhi oleh mereka supaya ianya tidak mendatangkan apa-apa malapetaka atau keburukan. Setiap aspek diberikan penelitian dan mempunyai maksud/makna yang tersendiri. Berikut adalah beberapa adab dan etika makan masyarakat Korea yang perlu dititikberatkan.UTAMAKAN ORANG YANG LEBIH DEWASA
Dalam masyarakat Korea, hierarki umur dan konsep “seniority” amat penting. Golongan muda perlu mengutamakan mereka yang lebih dewasa atau mepunyai “seniority” lebih tinggi dalam menentukan posisi tempat duduk dan lain-lain. Mereka yang lebih dihormati akan duduk di bahagian yang paling jauh dari pintu dan biasanya akan duduk di tengah-tengah meja makan. Mereka perlu didahulukan untuk menjamah makanan terlebih dahulu sebelum yang lebih muda.SEBELUM MAKAN
Seperti negara-negara lain yang mempunyai ucapan khas sebelum menjamu selera, Korea Selatan juga mempunyai ucapan khas yang diungkapkan sebelum makan. Sebelum menjamu selera, adalah menjadi kebiasaan masyarakat Korea untuk mengungkapkan ucapan Jalmeokgesseumnida yang bermaksud “I’ll eat well”. Selain mengungkapkan rasa tidak sabar untuk menjamu selera, ungkapan ini juga sebagai tanda terima kasih kepada tukang masak/chef. “Before taking your first bite, it’s important to say that you will eat well, as a way of acknowledging that you are looking forward to the meal you are about to have. This is a kind compliment to the chef, and it’s always nice to show gratitude”
PENGGUNAAN PERALATAN MAKANAN
Makanan dimakan dengan menggunakan penyepit dari stainless steel (jeotgarak) dan sudu panjang (sutgarak); set penyepit dan sudu ini dinamakan sujeo (gabungan sutgarak dan jeotgarak), namun sujeo juga dapat merujuk kepada sudu saja. Sudu dan penyepit boleh digunakan pada masa yang sama, tapi ia menunjukkan perlakuan seolah-olah anda ingin makan dengan cepat atau “speed-eating”. Tetapi memegang kedua-dua peralatan ini sekaligus pada kedua-dua belah tangan pada masa yang sama dianggap satu etika yang tidak sopan lebih-lebih lagi jika anda sedang makan bersama mereka yang lebih tua. Sejarah dan sebab mengapa Korea tidak menggunakan set peralatan makan daripada kayu atau buluh seperti Negara Cina dan Jepun adalah bermula dari zaman kerajaan Baekje di mana golongan istana khusunya raja dan pembesar menggunakan set sujeo daripada emas, perak dan tembaga supaya mudah untuk mengenal pasti jika terdapat racun.

“The theory on the origin of metal chopsticks is that during the Baekje (18 B.C.- 660 A.D.) Period the royal family used silver chopsticks to detect poison in their food. Their enemies’ plot would be ruined since silver changes color when it comes into contact with a poisonous chemical. It is believed that commoners took after the king and adopted steel chopsticks”.

POSISI & PENGGUNAAN PENYEPIT
Bagi masyarakat Korea, adalah “taboo” jika seseorang meletakkan / memacak penyepit ke dalam mangkuk nasi kerana ianya dianggap tidak ubah seperti ritual penyembahan yang dilakukan mereka saat ada upacara kematian. Jadi adalah tidak elok untuk melakukan perbuatan ini. Gunakan penyepit untuk mengambil lauk pauk lain dan setelah selesai makan, letakkan penyepit dengan teratur di atas mangkuk nasi atau di sebelah mangkuk nasi untuk menandakan anda sudah selesai.

NASI DAN LAUK PAUK
Tidak seperti orang Tionghoa atau Jepun, mangkuk nasi dan sup tidak boleh berganjak atau diangkat dari meja dan mereka memakannya dengan sudu khas. Banchan (lauk pauk) dimakan dengan penyepit. Pengaturan yang umum biasanya seperti berikut:
Nasi untuk perorangan disediakan dalam mangkuk kecil yang lebih tinggi dari diameternya. Sup paas disediakan dalam mangkuk yang lebih besar dan lebar (di sebelah kanan nasi), seringkali jjigae atau makanan jenis berkuah lain dimakan bersama dari pot besar di tengah-tengah meja. Set sudu panjang stainless steel untuk nasi dan sup, dan penyepit untuk banchan (di sebelah kanan sup).

Hidangan lauk banchan yang bervariasi disediakan dalam mangkuk-mangkuk kecil. Tergantung pada setiap rumah tangga, minuman boleh saja disediakan atau tidak disediakan. Dalam lingkungan umum (contohnya restoran), disediakan air atau minuman tradisional (“teh” biji-bijian seperti teh barli, sementara teh biasa kurang disukai saat makan kerana rasanya tidak sesuai dengan nasi atau banchan yang pedas). Minuman lain yang umum saat makan adalah soju. Setelah makan, minuman penyegar yang disediakan contohnya soojunggwa atau shikhye. Minuman yang disajikan berbeza-beza berdasarkan musim dalam setahun.ETIKA MINUM DALAM MASYARAKAT KOREA
Biasanya di Korea dipraktikkan amalan ini untuk minuman jenis alkohol tetapi etika ini juga boleh digunakan dalam rutin amalan biasa di mana mereka tidak boleh menuang minuman untuk diri sendiri. Orang yang di sebelah biasanya akan menuangkan minuman untuk mereka dan begitu juga sebaliknya. Sekiranya air tidak melebihi separuh daripada gelas atau kurang, segera tuangkan air untuk orang lain terutamanya untuk mereka yang lebih dewasa sebagai tanda hormat dan sopan. Jika ada yang ingin menuang air ke dalam gelas, angkat gelas/cawan dengan kedua-dua belah tangan untuk mengelakkan air tumpah. Bagi minuman etika minuman alkohol, terdapat beberapa etika dan peraturan lain.